Searching

Sunday, September 4, 2011

OPTIMASI BLACKBERRY

Bagi anda pengguna setia gadget Blackberry sudah saatnya Blackberry anda di optimasi, berikut optimasi Blackberry dari pakar optimasi Blackberry.
 
OPTIMASI BB Tips #1
Selamat Datang, Blackberry OPTIMIZer ;).
Setiap hari akan ada setidaknya 1 tips yg akan dikirim dr Blackberry saya.
LANGSUNG saya ketik sendiri.
Smoga BERMANFAAT ya :)

Tips #1:
Hindari penggunaan tanda baca apalagi karakter asing di Nama Blackberry Display Name.
Karena Display Name adalah Kartu Nama Anda.

OPTIMASI Blackberry Tips #2
Bagi temen2 yg sdh di Approved, berarti TERMASUK 49 Tiket PERTAMA.
Yg belum di Approved akan di Approved BESOK, jam 05:00 WIB.
Tidak dpt kursi FREE, tapi tetep dapat info meng-OPTIMASI Blackberry :).
Tips #2:
Sudahkah di Display Name Anda ditulis nama web Anda?
Bagi yang belum punya Website, SEGERA ya. Minimal membeli NAMA DOMAIN nama Anda sendiri.
Karena NAMA DOMAIN akan jadi WARISAN (pengetahuan, ide, pengalaman) dan BISNIS (marketing) mu.

OPTIMASI Blackberry Tips 3
OPTIMASI Blackberry
Tips #3
Anda bisa menuliskan Nama, dan atau Website serta Ponsel Anda di Display Name.
Tapi maksimal 64 karakter, jadi harus di OPTIMASI kalimatnya.
Misalnya :
AliAkbar|
www.BISMAcenter.com |
0878 8000 4564

Pertanyaan OPTIMASI Blackberry
Pertanyaan:
Cara memiliki Domain atau Cara membeli nama domain
Penjelasan #1.
Website adalah gabungan dari Nama Domain dan Hosting,
Secara sederhana, Domain bisa diartikan seperti Alamat Rumah.
Sedangkan, Hosting bisa diartikan sebagai Luas Rumah.
Makin luas rumah yang Anda Inginkan, semakin besar biayanya.
Silahkan Googling:
Jual domain murah
Banyak sekali yg menawarkan pembelian domain dgn harga murah.
Anda bisa memilih untuk melakukan transaksi beli dimanapun yang disediakan oleh Google.
—————————————————————————
Jika Anda membutuhkan bantuan Saya, dengan senang hati saya bantu membelikan dan mendaftarkan nama domain Anda.
Contohnya seperti :
www.BISMAcenter.com
www.BISMAcentre.com
www.DokterGerobak.com
www.FarahFarce.com
Disebut sbg DOMAIN Redirect atau pengalihan nama domain ke tampilan halaman lain.
Biaya pendaftaran dan pembelian Domain ini senilai Rp. 100.000.
Jika berminat, silahkan
BBM ke 22 33 55 55
Terima Kasih.
Ali Akbar
Blackberry OPTIMIZer.
PIN : 22 33 55 55
—————————————————————————— Ingat…
Saya hanya MEMBANTU, bukan sedang JUALAN ;).
Karena server saya bukan utk Kepentingan Komersil, hanya untuk keanggotaan di BISMAcenter.com
——————————————————————————
 SUMBER : http://optimasiblackberry.tumblr.com/

Monday, August 8, 2011

EBook GRATIS : “Membayar Hutang Sebesar Gunung”

Ebook
Apakah Anda sedang mengalami hal ini?
– Sedang berutang untuk membeli barang kebutuhan?
– Tidur tidak nyenyak karena dikejar hutang?
– Makan tidak nafsu karena selalu dibayangi hutang?
– Jadi raja utang?
– Sedang memegangi kepala karena hutang bertambah banyak?
– Merasa hutang sepertinya tidak akan pernah terlunasi?
– Dikejar kejar Debt Collector tiap hari tiap waktu?
– Sertifikat rumah tidak bisa ditebus bahkan sedang diambang lelang?
– Punya bisnis besar tapi hutang juga besar?
– Punya satu hutang dibayar dengan hutang lain?
– Tambah tua tambah berhutang?
– Handphone terpaksa dimatikan karena takut ditagih?
– Merasa enggan beraktivitas karena terlalu berat mikir hutang?
Mungkin EBook ini akan berguna berguna bagi Anda.
Dari Anas bin Maalik beliau bercerita bahwa Rasulullah SAW bersabda: Maukah engkau aku ajarkan dengan sesuatu yang jika dibaca, hutang sebesar gunung uhud bisa dibayarkan Allah SWT ? Penasaran? Download dan dapatkan rahasianya DISINI
:) 
SUMBER:http://www.pencintasedekah.com/2011/08/ebook-gratis-membayar-hutang-sebesar-gunung/

Thursday, August 4, 2011

Membeli Rumah Tanpa Uang Muka

Sekali lagi bahwa properti itu unik. Satu lokasi dengan lokasi lainnya memiliki perbedaan. Boleh dikatakan bahwa properti sudah terdiferensiasi. Bisa kita lihat berapa harga jual tipe 36 di perumahan A dan dibandingkan dengan tipe yang sama di perumahan B. Itu dari harga, belum dari diskon, dari spesikasi bangunan, dari fasilitas rumah maupun fasilitas umum kawasan.
Berbeda pula dengan harga jual mobil yang sudah terstandarisasi. Harganya relatif sama untuk penjualan di Jakarta jika dibandingkan dengan Bandung, Cirebon, Surabaya dll. Pun jika terjadi selisih harga, anggap saja itu adalah beban pengangkutan.
Di sinilah letak kunci dari membeli rumah tanpa uang muka. Apalagi developer kadang memberikan diskon bervariasi. Celah diskon ini dapat kita manfaatkan sebagai uang muka.
Setidaknya ada 5 cara untuk membeli rumah tanpa uang muka.
Pertama, developer / penjual memang menjual propertinya tanpa uang muka dan kredit langsung ke developer. Sering kita lihat iklan gede-gedean 48X cicilan, tanpa uang muka, cicilan pertama langsung huni.
Kedua, developer / penjual telah bekerjasama dengan pihak perbankan untuk penjualan properti tanpa uang muka. Sekilas tampak tidak terjadi apapun kecuali menguntungkan konsumen. Di balik kerjasama ini adalah developer / penjual telah memiliki tabungan yang ditahan sebesar uang muka konsumen. Jadi sebenarnya tetap saja ada uang muka, namun ditanggung oleh developer sampai rumah selesai serah terima.
Ketiga, memanfaatkan celah diskon. Perang diskon antar developer dapat kita manfaatkan sebagai uang muka. Caranya juga mudah. Seolah-olah diskon yang diberikan adalah uang muka yang telah anda bayarkan. Tentu saja anda musti ber”koordinasi” dengan developer / penjual sebelum melakukan transaksi.
Contoh perhitungannya seperti ini. Misal sebuah rumah tipe 36 seharga 100juta. Diskon 10%. Maka harga sebenarnya adalah 90juta bukan? Maka dalam pengajuan KPR ke Bank, akui saja bahwa harga rumah tipe 36 MEMANG 100juta. Seolah-olah anda telah membayar 10 juta uang muka, sehingga KPR anda adalah sebesar 90 juta.
Keempat, mark up harga. Mengingat properti itu memang sudah masing-masing memiliki perbedaan, maka harga juga akan sangat bervariasi. Bahkan dalam satu kawasan saja, harga satu tipe yang sama bisa berbeda. Nah, celah ini dapat kita manfaatkan dengan menaikkan harga sedikit lebih tinggi sesuai dengan nilai uang muka. Masih sama dengan cara ketiga, anda tetap harus ber”koordinasi” dengan developer / penjual sebelum melakukan transaksi.
Contoh perhitungannya seperti ini. Misal harga tipe 36 adalah 90juta. Maka anda perlu memark-up sampai dengan 100juta (kalikan harga sebesarnya dengan faktor 1,1111 apabila uang muka yang dipersyaratkan oleh bank adalah 10%). Seolah-olah anda telah membayar 10 juta untuk mendapatkan KPR sebesar 90juta yang notabene sama dengan harga rumah.
Kelima, deposito sebagai agunan tambahan. Baca kembali cara kedua dimana developer mempunyai tabungan yang ditahan sebagai uang muka. Nah, ini adalah kebalikan dari cara kedua dimana tabungan yang ditahan adalah anda yang sediakan. Biasanya berupa deposito.
Potensi kegagalan
Membeli rumah tanpa yang muka bukannya akan 100% disetujui. Potensi gagal atau tidak mencapai 100% biasanya dikarenakan, Pertama, kemampuan membayar kembali pembeli kurang dari yang disyaratkan.
Kedua, karena kita melakukan mark up baik mark up harga atau bermain diskon, maka nilai riil melebihi nilai pasar. Appraisal dari Bank bisa jadi menilai agunan anda kurang dari yang disyaratkan.
Ketiga, agak susah dilaksanakan untuk kavling siap bangun dimana developer / penjual tidak memiliki kerjasama KPR inden. Mengapa? Karena developer sebenarnya membutuhkan uang muka untuk membangun rumah anda. Jika anda membeli tanpa uang muka dan developer tidak memiliki skema kpr inden, uang dari mana untuk membangun?
Keempat, jika nama anda sudah menjadi bagian dari Daftar Hitam Bank Indonesia, mau uang muka 90%-pun, belum tentu Bank akan memberikan KPR kepada anda. Semoga anda jangan sampai masuk dalam daftar hitam itu. Amin.
Hayo, siapa berani mencoba ?

SUMBER :http://www.aryodiponegoro.com/

3 NAL dalam BISNIS

1. Nal yang Pertama : EMOSIONAL
Rasa senasib dan sepenanggungan menjadikan manusia-manusia hidup berkelompok. Bahkan akhirnya berbisnis. Rasa senasib dan sepenanggungan ini adalah wujud emosional. Emosi yang negatif : marah, dendam, dengki, akan membuat kelompok manusia tercerai berai.
Pernahkah mendengar :
“Saya MARAH sama kamu, makanya saya BISNIS dengan kamu!”
Atau
“Karena IRI DENGKI saya, maka BISNIS saya lancar, omzet kita besar!”
Rasanya kok jarang banget ya.
Emosional dalam kategori positif : kebersamaan, gotong royong, kekeluargaan, saling mencintai, tumbuh kembang bersama and so on.
Right?!
2. Nal yang Kedua : PROPOSIONAL
Emosional ternyata tak cukup. (Baca : KANAN saja tak cukup). Tentu saja diperlukan PROPORSIONAL baik dalam tugas, wewenang, jatah porsi. Yang punya modal, biarkan uang bekerja untuknya. Yang punya kemampuan, biarkan kemampuannya bekerja untuknya. Yang punya link, biarkan linknya yang bekerja. Yang jatahnya kecil, mendapat pekerjaan yang kecil. Proposional ini rasional kok.
3. Nal yang Ketiga : PROFESIONAL
Proporsi yang “seimbang” pun tak cukup. Bisnis harus tumbuh berkembang menjadi profesional.
Awalnya usaha pribadi, setelah maju, gunakan badan hukum. Awalnya bekerja sendiri, kemudian hire manajemen dan pegawai. Awalnya pencatatan sederhana, sekarang gunakan akuntansi standar.
Well, menjadi maju itu fitrah. Menjadi profesional itu fitrah.
sumber : http://www.aryodiponegoro.com/

Friday, July 29, 2011

Kalau bisa LEBIH dari sedekah SENYUM,kenapa GA?

senyum
Tapi bukankah senyum itu termasuk sedekah?
Ya iyalah, yang bilang bukan sedekah itu siapa? Hehehe!
Sebenarnya cakupan sedekah itu sangat luas, asal katanya dalam bahasa arab berarti “benar” yang maksudnya sesuatu perbuatan yang benar itu termasuk golongan sedekah seperti :
1. Berzikir dan Shalat Dhuha
2. Amar Ma’ruf Nahi Mungkar / mengajak kebaikan dan mencegah orang lain berbuat keburukan
3. Hubungan Intim Suami Istri
4. Bekerja dan memberi nafkah pada sanak keluarganya
5. Membantu urusan orang lain
6. Mendamaikan dua orang yang berselisih
7. Menjenguk orang sakit
8. Berwajah manis atau memberikan senyuman
Tapi kita disini membicarakan tentang sedekah harta, soalnya banyak sekali yang berlindung dibalik sedekah senyum sehingga menjadi terlalu pelit untuk mengeluarkan harta karena merasa cukup hanya dengan sedekah senyum
Coba lihat ini ;
* Orang yang kelaparan
* Anak Yatim Piatu dan Dhuafa
* Korban bencana alam
Apa jadinya kalau mereka itu kita beri sedekah senyuman? Saya jamin pasti Anda akan dianggap gila kalau tersenyum melihat orang yang kelaparan.
Alangkah lebih baiknya kalau kita bersedekah harta sambil tersenyum, itu baru pas. Sedekah harta saja juga tidak cukup kalau kita memberikannya tidak sambil tersenyum, yang parah lagi kalau sampai mengungkit-ungkit kembali sedekah yang kita berikan sehingga orang yang disedekahi itu merasa sakit hati
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ( Q.S Al Baqarah 262 )
Purdi E Chandra, mentor saya pernah bilang : Sedekah senyum balasannya juga senyum. Sedekah do’a balasannya kita juga didoain malaikat. Tapi kalau sedekah harta, selain dapat balasan harta, kita juga pasti didoakan orang yang kita sedekahi dan diberi senyuman plus ucapan terima kasih. “Wah, benar juga itu” saya pikir.
===
Tulisan ini diambil dari buku PS “Ternyata Sedekah Nggak Harus Ikhlas” – dapatkan di Gramedia terdekat di kota anda
Mau mengikuti twit dari PS setiap harinya? follow PS di twitter @pencintasedekah

Monday, July 4, 2011

Berpikir Terbalik, Atau Sebaliknya?

Tanpa disadari kita sering sekali berpikir dari sudut pandang yang mungkin berbeda dari yang semestinya. Anehnya, justru itulah yang kita anggap hal yang benar. Coba simak beberapa hal dibawah ini
                                
1. Sedekah itu biar SEDIKIT asal IKHLAS
2. Sedekah terang-terangan itu sama aja nggak ikhlas karena mengharapkan pujian rang

3. Daripada nggak ikhlas, mending nggak sedekah deh, percuma!

4. Sedekah itu adalah HARTA KITA, si miskin hanya meminta dari kita.

Coba deh dipikir dari sudut pandang yang sama sekali berbeda

1. Sedekah yang ikhlas itu adalah yang BANYAK. Lha kalau sedikit, apanya yang mau
diikhlaskan? Tentu saja patokannya bukan jumlah rupiahnya, tapi dari persentase.
Misal, sedekah Rp100.000 oleh orang yang bergaji Rp2.juta akan berbeda dengan
orang yang bergaji Rp.6 juta

2. Sedekah terang-terangan belum tentu tidak ikhas, bisa jadi orang itu berniat
menginspirasi orang lain untuk ikut bersedekah. Bukankah sedekah diam-diam juga
bisa berrpotensi jadi “Ujub” ( bangga dengan amal).?

3. Bayangkan, kita menunda sedekah kita hanya karena kita belum merasa ikhlas.
Sementara orang yang kelaparan tidak bisa menunda rasa laparnya. Bukankah kita
seharusnya sedekah saja dulu sambil melatih keikhlasan itu datang? Kalau
misalnya kita tidak ikhlas, sedekah kita toh sudah bisa membantu orang lain yang
kelaparan.

4. Pernahkah kita berpikir bahwa sedekah itu adalah HAK si MISKIN yang HARUS kita
antarkan ke pintu-pintu rumah mereka? Apakah karena kita yang bekerja kita
merasa SEMUA adalah untuk kita?

Ingat, dalam harta kita terdapat hak dari mereka yang membutuhkan.
Nah, apakah kita siap membalik sudut pandang kita yang selama ini terbalik?

Selamat bersedekah

==

Mau mengikuti twit dari PS setiap harinya? follow PS di twitter @pencintasedekah

SUMBER :http://www.pencintasedekah.com/2011/06/berpikir-terbalik-atau-sebaliknya/#more-240

Bagi Hasil Dengan Investor. Berapa Idealnya?

Ada seorang Investor menawarkan untuk MEMBERI MODAL kepada kita. SEMUA yg dibutuhkan DIBERIKAN. Anehnya dalam perjanjian bagi hasil, Dia minta keuntungan bersih untuknya “SEBAHAGIAN”… Menurut teman2, kira-kira berapa % “Sebahagian” itu idealnya ?
Ada yang menjawab Investor berbanding Yg Menjalankan :
tangan50% – 50%
40% – 60%
30% – 70%
Tuhan MEMBERI MODAL kepada kita. SEMUA yang kita butuhkan DIBERIKAN. Anehnya dalam Kitab Suci, Dia minta menafkahkan untuknya “SEBAHAGIAN” harta yang kita miliki… Menurut teman2, kira-kira berapa % “Sebahagian” itu idealnya ?
Eh, ada yang buru-buru bilang “Biar sedikit yang penting ikhlas” hehehe.. tapi kami percaya itu bukan anda.
Lalu berapa jumlah idealnya? Yah, bisa dimulai dari 10% untuk belajar dan usahakan terus ditingkatkan ditingkatkan. Ingat, minimal adalah 10%. :)
Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya . Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar. (Q.S Al Hadiid 7)
===
Mau mengikuti twit dari PS setiap harinya? follow PS di twitter @pencintasedekah